Nama | : | Prof. Dr. KH. Najamuddin Abduh Shafa, MA | |
---|---|---|---|
Bidang Studi | : | ||
Tempat Tanggal Lahir | : | ||
Jenis Kelamin | : | ||
Agama | : | ||
No Telp | : | ||
Sosial Media | : | ||
Email | : |
Anregurutta Prof. Dr. KH. Najamuddin bin Abduh Shafa, MA merupakan syekhul mahad An-Nahdlah yang aktif memberi pengajian di Pesantren An-Nahdlah Makassar. Beliau terpilih secara aklamasi sebagai Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulsel menggantikan AGH. Sanusi Baco Lc. Beliau dipercayakan menggantikan gurutta yang berhalangan tetap, wafat 15 Mei 2021 lalu sehingga menghindari kekosongan dalam tubuh jamiyah, pengurus syuriah menggelar rapat tanggal 25 Mei 2021 dengan putusan mengikat.
Anregurutta Prof. Dr. KH. Najamuddin HS, MA juga terpilih sebagai Ketua Umum MUI Sulsel menggantikan AGH. Sanusi Baco. Beliau adalah putra AGH. Abduh Shafa. AGH. Abduh Shafa murid AGH. Abdurrahman Ambo Dalle angkatan kedua di DDI Mangkoso Barru. AGH. Najamuddin Abduh Shafa dilahirkan pada Tanggal 15 Juli 1951 di Watan Ta’, Bone. Beliau mendapat amanah sebagai Syekhul Ma’had di Pesantren An-Nahdlah bersama AGH. Dr. Baharuddin HS, MA.
Beliau pernah bertugas sebagai Guru Besar di Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Hasanuddin. Memiliki keahlian bidang Bahasa Arab dan mengajar beberapa perguruan tinggi, diantaranya, dosen Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Kini menjabat amanah sebagai Dekan FAI pada Universitas Islam Makassar.
Beliau mengintegrasikan dunia pesantren dan dunia kampus, dikategorikan ulama yang intelektual. Lahir dari keluarga cinta ilmu. Ayahnya, AGH. Abduh Shafa adalah sosok ulama yang istiqamah dan cukup disegani kalangan masyarakat di Cakkeware, Kajuara, Cenrana, Kab. Bone. Memulai pendidikannya secara non-formal dengan mengaji al-qur’an dan kitab kuning langsung dari ayahnya saat usianya masih belasan tahun. Beliau mengaji bersama AGH. Ilyas Salewe, AGH. Abunawas Bintang dan AGH. Muh. Harisah AS. Meski berada jauh dari perkotaan, bahkan berada di desa sangat terpencil, tetapi di desa itulah AGH. Abduh Shafa mengajarkan kitab kuning standar seperti; matan jurumiyah dan syafinatun najah, termasuk AGH. Najamuddin HS.
Berbekal ilmu yang dipelajari dari AGH Abduh Safa yang juga alumni DDI Mangkoso, murid langsung AGH. Abdurahman Ambo Dalle itu, maka AGH. Najamuddin Abduh Shafa, MA dikirim dari Cakkeware menuju kota Sengkang. Terdaftar sebagai santri di Pesantren As’adiyah yang kala itu dipimpin AGH. Muh. Yunus Maratan. Menempuh pendidikan pada tingkatan Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah di Pesantren As’adiyah.
Ditengah kesibukannya mengajar selaku guru besar di Unhas dan dosen tamu di Pascasarjana UIN Alauddin dan UIM, kecintaanya pada ilmu semakin tinggi, sehingga tetap prioritas mengembangkan keilmuan dengan mengajar di berbagai perguruan tinggi serta aktif di beberapa lembaga baik mengabdi di sejumlah perguruan tinggi maupun organisasi keagamaan.
Posisi sebagai sebagai rais syuriah PWNU Sulsel menjadi amanah berat karena melanjutkan estafet kepemimpinan AGH. Sanusi Baco di NU dengan berbagai tantangannya.